Hidup adalah panggung

Minggu, 17 Mei 2015, Mei 17, 2015 WIB Last Updated 2021-08-10T23:15:05Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Apa yang terjadi bila semua orang berpikir, “ yang penting saya selamat, saya sukses. Biar orang lain begitu, yang penting saya nggak begitu”?
Dunia ini panggung film layar lebar di mana kita adalah pemeran utamanya. Apakah yang kita
inginkan bila menjadi pemeran utama dalam film tersebut? Tentu kita ingin happy ending alias pemeran utamanya mejadi orang yang berhasil mengarungi hidup. Para penonton pun akan puas dan merekomendasikan orang lain untuk menyaksikan film tersebut. Film itu akhirnya menjadi box office.
Hidup bisa diibaratkan sebuah film. Bila anda menyaksikan sebuah film yang menayangkan tokoh utamanya kesakitan atau berbuat jahat, gagal, hidupnya mengenaskan, hidupnya rata-rata atau biasa saja, tentu rasanya tidak menyenangkan dan anda mungkin menyesal menonton film tersebut. Yang menyenangkan adalah bila sang tokoh utamanya sering mendapat masalah dan tantangan, ia menghadapinya penuh perjuangan, dan akhirnya berhasil menyelesaikannya.
Tak cukup sampai di situ apakah menyenangkan bila ending film tersebut membuat orang lain menderita dan sengsara? Apakah akan membahagiakan bila kita kaya-raya, keluarga bahagia, sementara negara carut-marut, lingkungan tidak aman?
Bayangkan, anda, sebagai tokoh utama, beserta keluarga keluar dari rumah mewah, bepergian mengendarai mobil mewah, sementara di sepanjang jalan banyak pengemis dan orang mabuk lalu-lalang. Jalanan tidak nyaman karena berlubang. Sampah-sampah beterbangan tertiup angin, udara kering- kerontang karena pepohonan sudah mulai langka. Apakah itu membuat penonton bahagia? Apakah anda akan tetap dianggap “jagoan” dalam film tersebut?
Anda pernah menonton film the walking dead? Film itu menceritakan sebuah kota yang dipenuhi zombi atau mayat hidup. Penyebabnya, beberapa orang yang terkena virus berusaha mengejar dan menggigit manusia normal lainnya. Manusia normal yang tergigit akan terinfeksi, kemudian menjadi zombi. Proses itu berlangsung hingga satu kota dipenuhi zombi. Populasi orang normal menjadi sangat sedikit. Sedangkan zombi yang buas ini menjadi lebih banyak. Bayangkan bila anda berada di kota itu.
Hanya anda sekeluarga yang selamat, sehat, berkecukupan, punya berbagai penagkal menghadapi para zombi. Anda sekeluarga selamat, tetapi pemandangan di sekeliling anda dipenuhi para zombi yang ingin menggigit anda, serta menyaksikan orang lain digigit dan terkena infeksi. Apakah nikmat menjalai hidup seperti itu? Apkah itu dinamakan happy ending?
Bukan, sama sekali bukan happy ending seperti itu yang kita harapkan. Kita memang makhluk sosial, bukan makhluk egois. Kita ingin happy ending untuk kita, orang-orang di sekitar kita, juga lingkungan kita.
Saat tubuh telah berbalut kostum kematian, artinya anda telah turun dari panggung kehidupan. Film telah berakhir. Ending seperti apa yang anda harapkan? Peran utama seperti apa yang ingn ada mainkan? Kira-kira, apakah penonton merekomendasikan film kehidupan anda untuk ditonton orang lain? Apakah penonton merasa puas dengan acting anda? Apakah orang-orang di sekitar anda terselamatkan karena anda? Apakah semesta menjadi damai karena sentuhan anda?
Apakah anda berhasil memperoleh Piala Citra atau Grammy Award?
Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+