Ketika Doamu Tidak Terkabul

Minggu, 17 Mei 2015, Mei 17, 2015 WIB Last Updated 2021-08-10T23:15:05Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Saya dulu pernah merasa kecewa apabila sudah berulang-ulang berdoa tetapi belum dikabulkan. Dan perasaan kecewa itu mulai terkikis setelah saya mendapatkan tiga pernyataan baru (bagi saya) tentang
doa yang belum atau tidak dikabulkan. Saya akan share tiga hal pernyataan itu yang telah mengubah pemahaman saya tentang doa.
Pernyatan pertama dari Ali bin Abi Thalib, “Saya meminta sesuatu kepada Allah. Jika Allah mengabulkannya untuk saya maka saya gembira SEKALI saja. Namun, jika Allah tidak memberikannya kepada saya maka saya gembira SEPULUH kali lipat. Sebab, yang pertama itu pilihan saya. Sedangkan yang kedua itu pilihan Allah SWT.”
Peryataan kedua dari orang tua angkat saya, “Jika kamu berdoa tidak dikabul-kabulkan, itu pertanda Allah SWT rindu sama doa-doa kamu. Ibarat pengamen, apabila ada pengamen yang suaranya merdu mendekat kepadamu maka kamu akan terus memintanya untuk bernyanyi. Kamu begitu menikmati lagu-lagu itu. Maka berdoa teruslah kepada Allah sebagai persembahanmu kepada-Nya.”
Pernyataan yang ketiga dari istri saya, “Doa itu bukan hanya soal meminta. Doa itu juga ibadah. Jadi bila doa tidak dikabulkan tidak perlu kecewa, in sha Allah dengan berdoa kita telah mendapat pahala ibadah dari sisi Allah SWT.”
Setelah meresapi tiga pernyataan tersebut saya lebih menikmati waktu-waktu berdoa. Tugas kita hanya meminta, biarlah Allah Yang Maha Tahu yang menentukan hasilnya. Kita tidak perlu sok tahu bahwa yang kita pinta adalah hal yang terbaik bagi hidup kita. Setuju?
Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+