SEJARAH MUNCULNYA QOUL QODIM DAN QOUL JADID

Minggu, 28 Juni 2015, Juni 28, 2015 WIB Last Updated 2021-08-10T23:14:59Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

         Qoul Qodim adalah pendapat Asy Syafi’i yang pertama kali di fatwakan ketika beliau tinggal di Baghdad (th 195 H) setelah beliau diberi wewenang untuk berfatwa oleh sang guru “Muslim bin Kholid” seorang ulama besar yang menjadi mufti di Makkah dan Imam Malik yang dicatat tinta emas sejarah sebagai pendiri Madzhab Malikiyah dan yang pertama kali mempunyai inisiatif untuk mengumpulkan Hadits dalam bentuk Kitab Sunan.
Asy Syafi’i tinggal di Baghdad selama 2 tahun, ketika itu pengaruh Madzhab Asy Syafi’i mulai tersebar luas di kalangan masyarakat, kemudian untuk sementara waktu beliau terpaksa pergi meninggalkan Baghdad menuju Makkah untuk memenuhi panggilan hati yang masih haus ilmu pengetahuan.
Kemudian pada tahun 198 H Asy-Syafi’i kembali ke Baghdad untuk merawat dan mengembangkan benih-benih Madzhab yang telah ditebarkan, dan pada saat itulah pengaruh Madzhab Asy Syafi’i mengalami perkembangan pesat, hampir tidak ada lapisan masyarakat Baghdad yang tidak tersentuh oleh roda pemikiran Asy Syafi’i.
Diantara pilar-pilar pendukung Madzhab Asy Syafi’i yang masyhur adalah: Ahmad bin Hambal (yang kemudian terkenal sebagai pendiri Madzhab Hambali), Az-Zafaroni, Abu Tsur, Al-Karobisi, 4 orang inilah yang tercatat sebagai periwayat Qoul Qodim yang tertuang dalam kitab Al-Hujjah.
Kemudian Asy Syafi’i merasa terpanggil untuk memperluas lagi lagi ladang madzhabnya, dengan berbekal semagnat dan tekad yang tak kunjung padam akhirnya asy syafi’i memantapkan langkahnya untuk mengembara menuju negeri mesir, disana Asy Syafi’i mulai meneliti dan menelaah lebih dalam lagi ketetapan fatwa-fatwa beliau selama di Baghdad, kemudian mucullah rumusan-rumusan baru yang kemudian terkenal dengan istilah Qoul Jadid yang tertulis dalam Kitab: Al Um, Al Imla, Mukhtashor Muzani, Al Buwaithi.
Di antara pendukung dan periwayat Qoul Jadid yang terkenal adalah Al Muzani, Al Buwaithi, Ar Robi’, Al Jaizi, Al Murodi, Al Harmalah, Muhammad Bin Abdillah Bin Abdul Hakim, dan Abdulllah bin Zubair Al Makki.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+