MEMAHAMI ARTI SEBUAH REZEKI

Rabu, 02 September 2015, September 02, 2015 WIB Last Updated 2021-08-10T23:14:47Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Kaya tak selalu identik dengan banyak harta
Rizki menurut kamus berasal dari kata rozaqo yang berarti memberi. Jadi rizki dapat diartikan sebagai pemberian. Pemberian yang dimaksud disini adalah pemberian tuhan  kepada hamba-Nya. Tujuan dari pemberian ini adalah agar sang hamba bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup manusia sanGat banyak dan bermacam-macam, mulai dari kebutuhan ekonomi, kesehatan, kebahagiaan dan lain sebagainya. berpijak dari banyaknya kebutuhan ini, maka pemberian rizki oleh Allah sebenarnya bukan hanya sebatas pada pemberian materi. Karena kebutuhan manusia bukan sebatas makanan, maka jelas Allah pun akan memberi rizki kepada manusia dalam bentuk lain. inilah yang harus disadari, sebab selama ini kita hanya mempersepsikan rizki sebagai karunia Tuhan berupa materi, tak lebih dari itu.
Adalah satu hal yang pasti bahwa selama ini Allah telah memberikan rizki-Nya kepada manusia. Akan tetapi kenyataan ini sering kali kita lupakan . mengapa demikian? Hal ini lebih disebabkan karena persepsi kita yang kurang benar terhadap rizki. Sekali lagi, rizki hanya kita persepsikan sebagai karunia Tuhan berupa limpahan kekayaan materi. Maka wajar saja jika selama ini kita masih merasa belum dikarunia rizki, atau kalau sudah merasa, kita menganggap karunia itu masih jauh dari yang kita harapkan. Padahal kesempatan hidup yang selama ini kita jalani, kesehatan yang selama ini kita rasakan, kebahagiaan hati yang selama ini tumbuh dalam hati, semua itu adalah sebentuk rizki tak ternilai harganya.
Berpijak pada kenyataan bahwa rizki bukan hanya sebatas berupa materi, maka itu berarti karunia rizqi tidak bisa diukur dengan seberapa banyak kekayaan materi yang dimiliki seseorang. Dalam tataran perhitungan kita, orang miskin adalah mereka yang tidak seberapa mendapatkan limpahan rizki. Padahal persepsi yang benar bukanlah seperti itu. Boleh jadi orang yang kita sebut miskin adalah mereka sudah mendapatkan limpahan rizki yang banyak, namun rizki yang mereka terima bukanlah rizki dalam bentuk materi.
Begitu juga sebaliknya, orang kaya, memang mereka telah mendapatkan limpahan rizki materi yang melimpah, namun boleh jadi mereka kurang mendapatkan rizki non materi sebagaiamana yang diterima orang-orang miskin.
Jadi kesimpulannya, orang kaya dan orang miskin sebenarnya sudah sama-sama menerima karunia rizki, bedanya yang satu rizki berupa materi lebih banyak, sementara yang satunya rizki non-materinya yang lebih menonjol.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+