INDAH PADA WAKTUNYA

Sabtu, 06 Februari 2016, Februari 06, 2016 WIB Last Updated 2021-08-10T23:14:21Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


AKAN INDAH PADA WAKTUNYA
Oleh :Fikri Farikhin,M.Pd.I
Hidup memang sulit. Hidup memang butuh kerja keras dan perjuangan. Andaikan hidup ini mudah, tak perlu rasanya Rasul meneladankan perjuangan yang begitu susahnya. Andaikan hidup itu semudah membalik telapak tangan, lalu untuk apa Tuhan menasihatkan kesabaran pada manusia?
Hidup memang susah, tapi bukan berarti tak bisa. Sukses kadang baru dicapai dengan darah dan air mata. Itulah kenapa orang sukses jadi kaum minoritas, karena kebanyakan orang tak cukup mampu bertahan dalam ujian dan tantangan. Padahal, ujian dan tantangan itulah yang membuat kesuksesanmu nantinya terasa lebih mengesankan.
Sulitnya hidup adalah jalan dari Tuhan untuk mengasah potensi yang ada dalam diri manusia. Bukankah untuk menjadi pedang yang tajam sepotong besi harus rela di bakar dan dipukul berkali-kali?
Bukankah untuk menghasilkan mutiara seekor kerang harus rela menahan sakit yang berkepanjangan oleh karena pasir yang mengendap di tubuhnya?
Bukankah untuk menjadi rajawali seekor elang harus rela menjalani proses transformasi yang sangat menyakitkan selama berbulan-bulan? Bukankah untuk menjadi kupu-kupu yang indah seekor ulat harus rela menjalani proses menjadi kepompong yang menyiksa.
Jalan hidup dari Tuhan memang terkadang sukar dipahami dengan pikiran manusia yang terbatas. Kuasa Tuhan tiada batas, sementara pikiran manusia sangat terbatas. Tuhan maha tahu, namun manusia sering kali merasa sok tahu.
Setiap hari kita merengek meminta segala hal, tetapi giliran Tuhan hendak mengabulkan permintaan kita, kita justru menangis. Kita justru menyalahkan Tuhan. Kita meminta rezeki, giliran Tuhan mendatangkan sumber rezeki, kita bersedih.
Sering kali kita minta kekuatan, giliran Tuhan mengirim masalah, kita putus harapan. Kita minta kemuliaan, giliran Tuhan mengirim ujian, kita bilang Tuhan tak adil. Kita minta kebahagiaan, giliran Tuhan mengirim orang yang butuh kita bantu, kita malah mengeluh. Padahal, masalah adalah jalan dari Tuhan agar kita diberi kekuatan. Padahal ujian adalah cara Tuhan agar kita meraih kemuliaan. Padahal membantu oran lain adalah jalan terbaik untuk meraih kebahagiaan.
Ya, benarlah kalimat bijak yang mengungkapkan, kita minta pada Tuhan setangkai bunga mawar, Dia sering memberi kita kaktus jelek dan berduri. Kita meminta pada Tuhan kupu-kupu, Dia malah memberi kita ulat berbulu. Kita kecewa, kecewa, dan sedih.
Namun, beberapa hari kemudian, kaktus itu berbunga indah sekali. Beberapa hari kemudian, ulat itu menjelma menjadi kupu-kupu yang cantik sekali. Itulah jalan Tuhan: 
                                                           SELALU INDAH PADA WAKTUNYA.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+