NAPAK TILAS KEPEMIMPINAN KH ACH MUZAKKI SYAH (BUKU)

Kamis, 04 Februari 2016, Februari 04, 2016 WIB Last Updated 2021-08-10T23:14:22Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


BUKU NAPAK TILAS KEPEMIMPINAN
K.H ACHMAD MUZAKKI SYAH
(REVIEW BUKU)

Oleh : Fikri Farikhin,M.Pd.l

Dalam khazanah Islam, kiai disebut sebagai ulama, yaitu orang yang memiliki pengetahuan yang cukup, dalam hal keilmuan agama Islam dan membaktikan hidupnya dalam rangka menyebarluaskan dan mendalami ajaran-ajaran Islam.

Kiai dalam pengamatan para peneliti dibagi menjadi empat tipologi; pertama, kiai pesantren, yaitu kiai yang memusatkan perhatiannya pada aktivitas mengajar di pesantren untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat melalui pendidikan di pesantren. Kedua, kiai tarekat, yakni kiai yang memusatkan aktivitasnya dalam membangun kecerdasan hati (dunia batin) umat Islam. Ketiga, kiai panggung, yakni kiai yang menjadi juru dakwah (muballigh atau da’i) yang setiap hari menyampaikan ceramah agama di berbagai tempat. Mereka mengembangkan dan menyebarkan Islam melalui kegiatan dakwah. Keempat, kiai politik, kiai yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam politik praktis atau partai politik.

Dalam beberapa tahun terahir ini dari keempat tipologi di atas, kiai yang lebih sering di sorot dan selalu menjadi perbincangan hangat adalah kiai yang masuk dalam tipologi kiai politik. Sehingga lahirlah kemudian penyebutan atau tipologi baru bagi kiai, yakni kiai khas atau kiai sepuh dan dan kiai kampung.

Kiai khas dan kiai kampung ini, muncul sejak Abdurrahman Wahid atau yang lebih sering dipanggil Gus Dur terpilih sebagai presiden Indonesia ke empat. Kiai khas adalah kiai yang mempunyai pesantren besar di sandangkan pada kiai yang sejalan dengan pemikiran dan langkah politik Gus Dur. Sedangkan kiai kampung adalah pemuka atau tokoh agama Islam yang berada di kampung atau desa dan memiliki pesantren kecil.

Terlepas dari berbagai macam tipologi di atas, haruslah dicatat bahwa kiai mempunyai satu wilayah yang sangat substansial, yaitu wilayah spiritual. Seseorang disebut kiai kurang “sempurna” jika tingkat spiritualitasnya masih kurang. Lantas bagaimana melihat tingkat spiritualitas kiai?

Tingginnya spriritualitas seorang kiai sebenarnya tidak bisa dilihat secara kasat mata, dan tidak biasa diukur hanya dari shalat dan ibadah mahdah lainya. Namun, di sini penulis akan memberikan sedikit gambaran tentang spiritualitas seorang kiai yang sudah diyakini sebagian besar masyarakat mempunyai keistimewaan spiritual.

Sebuah buku mungil yang berjudul Napak Tilas Kepemimpinan KH. Ach. Muzakky Syah, sebuah buku yang mencatat perjuangan KH. Ach. Muzakky Syah pendiri dan pengasuh pesantren al-Qodiri Jember. Selain itu KH. Ach. Muzakky Syah dikenal sebagai imam manaqib Syek Abdul Qadir Jailani yang jamaahnya ribuan orang dari berbagai pelosok desa di Jember dan dari luar Jember.

Bahkan mantan presiden Indonesia (Susilo Bambang Yudhayana) mengakui bahwa dirinya adalah Santri /Murid dari KH Ach Muzakki Syah dalam bidang Spiritual.

Anda tertarik untuk memilikinya?
Hubungi : 081331325379 /085655826910 / bbm: 5cbca347




 


Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+