BOM BUNUH DIRI

Minggu, 24 Juli 2016, Juli 24, 2016 WIB Last Updated 2021-08-10T23:14:01Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


PENGALAMAN MENGAJAR TENTANG ISLAM NAMUN YANG BELAJAR ADA YANG BUKAN ORANG ISLAM
OLEH: FIKRI FARIKHIN
Ada yang bertanya pada saya. Ia seorang perempuan manis dan kayaknya ia adalah keturunan China. Ia bertanya.
            “ada satu pertanyaan  saya, kenapa orang Muslim suka bom bunuh diri?”
Saya agak kaget mendengar pertanyaan itu. Saya sama sekali tidak mengira akan ditanya seperti itu. Sebuah pertanyaan yang  sangat jauh dari tema kuliah siang itu. Dan itu bukan kali pertama saya diadili sebagai seorang Muslim dengan pertanyaan seperti itu.
            “Waktu saya sangat terbatas, saya tidak akan menjawab panjang lebar. Kalimat pertanyaan anda tidak benar, dan bernada menghakimi. Itu tidak fair. Saya Muslim dan saya sangat tidak suka dengan bom bunuh diri. Saya belajar teologi Islam, hampir tujuh tahun saya belajar. Selama itu saya tidak sekali pun mendapatkan adanya ajaran bom bunuh diri. Dalam Al-Qur’an , saya tidak menemukan sama sekali tentang ajaran bom bunuh diri. Silahkan ditulis, justru Al-Qur’an  menyuruh menjaga kehidupan. Membunuh satu orang, sama saja membunuh seluruh umat manusia. Dan membiarkan hidup satu orang sama saja menghidupkan seluruh umat manusia. Ada di dalam Al-Qur’an, surat Al-Maidah ayat 32. Al-Qur’an juga melarang orang beriman berbuat kerusakan, dan melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri. Kalau Al-Qur’an mengajarkan yang sedemikian baiknya, kenapa masih ada orang Islam yang melakukan bom bunuh diri?, jawaban secara antropologis, sosiologis, juga politis, silakan dicari sendiri. Saya ada analogi sederhana. Jika anda punya pohon apel atau mangga yang sedang berbuah, dan anda sudah merawatnya dengan baik, bisakan anda pastikan seluruh buahnya baik? Tidak ada satu pun yang busuk? Tidak ada yang jatuh dari pohonnya sebelum matang?”
Mahasiswi tersebut menjawab, “tidak bisa. Selalu ada satu dua dari pohon itu yang buahnya tumbuh tidak seperti yang diharapkan. Satu dua tetap ada yang busuk. Tidak bisa semua buahnya sempurna.”
Lalu saya teruskan jawaban saya, “ jikalau anda punya pohon apel, hanya satu dua saja buahnya yang busuk, apakah fair mengatakan seluruh pohon apel itu busuk?, silahkan anda jawab sendiri.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+