AKU INGIN BERUBAH

Sabtu, 10 September 2016, September 10, 2016 WIB Last Updated 2021-08-10T23:13:44Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


AKU INGIN BERUBAH
Syifa, itulah namaku, Aku cantik, aku manis, dan tentu menarik. Aku bukan  sombong, tapi itulah kenyataan yang ada padaku. Hal itulah yang membuatku terobsesi menjadi seorang artis terkenal, aku sudah punya semuanya, wajah  ok. bernyanyi dan beraktingpun aku juga, tak terhitung berapa kali aku meraih juara lomba nyanyi, model dan drama, tapi semua itu tidak ada harganya bagi kedua orang tuaku, mereka tidak pernah merestui dan menyetujui jika aku mejadi seorang artis, tapi aku tidak
 pernah peduli dengan tanggapan mereka aku tetap ingin menjadi seorang artis, impian tu sudah mendarah daging dalam diriku, apapun akan aku lakukan untuk bisa mencapai impianku itu.
Hari ini adalah pengumuman lulusan SMA, aku siswa kelas XII SMA Bina karya, kini aku dan teman-teman sedang menunggu hasil belajar yang telah kami jalani selama 3 tahun. Aku senang, ternyata aku lulus, ya walaupun tidak masuk l0 besar, aku memang tidak terlalu pintar dibidang pelajaran sekoah. Orang tuaku begitu senang karena aku telah lulusan SMA,tapi….
“nak, sekarang syifa kan sudah besar, bagaimana kalau setelah ini syifa mondok saja, syifa mau kan” pertanyataan itu bagaikan gunung jatuh bertubi-tubi padaku.
“gak mau bunda, syifa gak mau mondok, syifa pengen jadi artis, syifa pengen kuliah di Jakarta di sekolah modeling dan akting apalagi mondok itu gak enak… syifa gak mau” aku berlari kekamar, air mata terus mengalir dipipiku. Pokoknya aku gak mau dipondoin, aku pengen jadi artis terkenal, bukan pengen menjadi seorang ustadah.
Dengan tekad yang bulat, esoknya aku kabur dari rumah dengan meninggalkan sebuah surat.
“bunda, ayah, Jangan cari syifa, syifa sekarang ke Jakarata syifa akan baik – baik saja, syifa akan pulang setelah syifa sukses jadi artis, syifa akan selalu sayang bunda, ayah muaaahhhhh”
Sudah hampir 1 tahun aku di Jakarta, selama ini aku tidak pernah mencari kabar tentang bunda, ayah. aku terlalu sibuk dengan sekolahku, aku sibuk dengan dunia keartisanku. Allahu akbar, allahu akbar….., “ suara takbir dimana – mana hari raya ini aku lalui dengan kesendirian, tidak ada keluarga tidak ada bunda dan ayah, kenapa aku terlalu kejam begini hari raya ini aku tidak bisa minta maaf pada bunda dan ayah, aku  lalui lebaran tahun ini bersama para artis dan teman-teman seasramaku yang tidak pulang kampung, aku kembali sibuk dengan aktivasku setelah lebaran aku tidak bisa konsentrasi dalam  latihan akting ku ini. Aku masih teringat bunda dan ayah, setiap hari rasa bersalah terus menghantuiku
Cut…. Cut
“Kenapa, mas”
“gimana sih kamu syifa, kok ancur gini aktingnya, ada apa denganmu”
“gak tau mas, emmmz, mungki syifa kecapean mas, syifa izin istirahat dulu”
“ya sana- sana, pelajari dulu naskahnya”
Ya tuhan syifa kangen  bunda, syifa kangen ayah, syifa tidak bisa begini terus, syifa ndak boleh egois, tunggu syifa bunda ayah.
“assalamualaikum”
“waalaikum salam, syifa anakku” aku langsung aku berhambur kepelukan bunda, isak tangisku pecah dipelukannya, kami saling melepas rindu.
“bunda, maafin syifa. Syifa sadar, syifa egois, syifa gak akan ngulangi lagi. Syifa gak akan nunggiin bunda dan ayah lagi
“syifa, selama ini bunda dan ayah selalu menanti dan mendoakanmu, dan sekarang alhamdulillah, allah telah mengabulkan doa bunda dan ayah”
“maafin syifa bunda….” Kata-kata itu terus keluar dari mulutku, aku kangen bunda dan ayah.
Aku sadar kasih sayang orang tua lebih dari segalanya aku sayang dan ayah. Dan akhirnya allah membukakan pintu hatiku, aku ingin mondok, kau ingin membahagiakan kedua orang tuaku. Aku ingin berubah, menjadi seperti yang mereka inginkan. Ya allah tuntunlah setiap langkah yang aku lalui.
Bunda, ayah……
Kasih sayang kalian tak terhapus oleh masa bunda, ayah…..
Aku akan selalu sayang kalian…
Oleh: Syifaul qolbi
SIswi MA Al-Qodiri Kelas
Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+