CERITA MUKIDI

Minggu, 04 September 2016, September 04, 2016 WIB Last Updated 2021-08-10T23:13:51Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
KUMPULAN CERITA MUKIDI

 MAKAN AYAM
"Mukidi berasal dari Cilacap. Tipikal orang yang biasa saja, tidak terlalu alim, mudah akrab dengan siapa saja. Punya karir tapi kadang-kadang bisa menjadi apa saja. Istrinya Markonah, juga punya karir tapi tidak terlalu istimewa. Anak mereka 2 orang, Mukirin yang sudah remaja dan Mukiran yang masih duduk di bangku SD. Sahabatnya adalah Wakijan,"
"Mukidi lapar ........Mukidi masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja Mukidi hendak memegangnya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.
"Maaf mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang disana", kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan bertampang garang.
Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Mukidi ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.
Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Mukidi dan menggertaknya.
"AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu...!!! Apapun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!"
Mendengar ancaman seperti itu, Mukidi hanya tersenyum sinis sambil berkata, "Silakan! siapa takut?"
Lalu Mukidi perlahan mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya...
Hahahaha...   
Hidup Mukidi !!!"
Naik Unta
Mukidi lagi melancong ke Arab, seperti orang Indonesia yang lainnya. Dia juga ikut tour naik unta. Tapi unta di Arab tidak seperti unta di Indonesia, ketika Mukidi bilang, “duduk” dan unta langsung duduk.
Namun lain kejadiannya. Unta di Arab, walaupun Mukidi sudah bilang: “Duduk, sit.. sit, jongkok, diuk.”
Sang unta tetap berdiri, dan akibatnya Mukidi tidak bisa naik.
Pawang Unta (PU): “Bilang Assalamualaikum, baru unta duduk.”
Mukidi: “Asalamualaikum” langsung onta duduk, Mukidi naik, unta langsung berdiri lagi.
Mukidi: “Jalan.. jalan..” unta tetap diam. Dipukul pukul punggungnya, unta tetap tidak mau jalan.
PU :”Bilang Bismillah “
Mukidi : “Bismillah”
Onta jalan, Mukidi senang jalan naik unta dengan Pawang Unta berjalan di sampingnya.
Tak lama kemudian Mukidi bertanya, “Pawang. Bagaimana cara nyuruh untanya lari ya?”
PU: “Bilang aja Alhamdulilah”
Mukidi : “Alhamdulilah.” Dan unta pun berlari.
Mukidi senang sekali. Saking senangnya Mukidi bilang lagi “Alhamdulilah.” Dan si unta berlari tambah kencang, dan si Pawang Unta makin ketinggalan.
Ketika Mukidi sudah jauh si Pawang Unta baru ingat, belum memberi tahu caranya onta berhenti. Dari jauh PU berteriak: “Kalo mau berhenti bilang Innalillahi..”
Karena sudah jauh Mukidi tidak mendengar. Dan si unta terus berlari dengan kencang. Sampai akhirnya di kejauhan Mukidi melihat di depan ada jurang yang sangat dalam. Mukidi ketakutan, dan mencoba menghentikan onta: “Stop, stop, stoooop, stooop, oop, oop..!!”
Unta tetap berlari, jurang sudah terpampang di depan mata. “Mati gue!” kata Mukidi. Tahu dia akan jatuh kejurang dan mati.
Dalam kepanikannya dia berteriak: “Innalillahi..!!” sambil memejamkan mata pasrah. Unta mendadak berhenti. Dan ketika Mukidi membuka mata. Dia melihat persis di tepi jurang. Saking senangnya tidak jadi mati, Mukidi berteriak: “Alhamdullilah!”
MENULIS SURAT
Mukidi melihat mbah Kartinem sedang kebingungan di kantor pos.
“Bisa saya bantu nek?”
“Tolong pasangin perangko sama tulis alamatnya nak.”
“Ada lagi nek?”
“Bisa bantuin tulis isi suratnya sekalian?” Mukidi mengangguk. Si mbah lalu mendiktekan surat sampai selesai.
“Cukup nek?”
“Satu lagi nak. Tolong di bawah ditulis: maaf tulisan nenek jelek.”
MASIH SALAH
Wakijan sudah insyaf dan mulai rajin ngaji.
“Mas Wakijan, sholat Subuh ada berapa rakaat?” Ustad ngetes.
“4, ustad!”
“Mas Wakijan pulang dulu deh, cari jawaban yang benar.”
Di tengah jalan Wakijan ketemu Mukidi sahabatnya: “Di, menurut kamu sholat Subuh ada berapa rakaat?”
“Ya 2 lah.”
“Wah payah dah, mendingan lu pulang deh. Belajar lagi.”
“Emang kenapa?”
“Nah gue bilang 4 aja masih salah, apalagi 2?”
MUKIDI OPERASI
Di ruang operasi rumah sakit, seorangg dokter bedah melihat Mukidi yang akan dioperasi kelihatan gelisah. Untuk menenangkannya, Mukidi diajak bercanda.
Dokter : “Bapak tau cara membuat sarung tangan karet yang sedang saya pakai ini?”
Mukidi : “Tidak dok…”
Jawab Mukidi sambil memberi isyarat dengan tangannya.
Dokter : “Begini Pak.. Karet mentah direbus sampai meleleh lalu pegawai pabrik rame2 mencelupkan tangan ke dalam cairan karet itu. Setelah itu tangan segera diangkat untuk diangin-anginkan. Tak lama kemudian jadilah sarung tangan seperti ini.”
Mukidi tersenyum mendengar penjelasan sang dokter. Beberapa saat kemudian Mukidi tertawa terpingkal-pingkal. Dokter heran dan bertanya.
Dokter: “Mengapa Anda tertawa seperti itu..?”
Mukidi : “Dengar cerita dokter tadi, saya lalu membayangkan bagaimana cara membuat kond0m.”
Dokter: (bengong)
EFEK KOSMETIK
Menjelang Idul Fitri Markonah tertarik membeli kosmetik mahal asli Paris bukan beli dari MLM seperti teman-temannya. Kosmetik ajaib yang lebih mahal dari Bobbi Brown, Stila, dan Mac menurut salesgirlnya memberi garansi, pemakainya akan tampil jauh lebih muda dari usianya.
Setelah berjam-jam duduk di depan meja rias, mengoleskan kosmetik ‘ajaib’ nya, dia bertanya kepada Mukidi, sang suami:
“Mas, sejujurnya berapa tahun kira-kira usiaku sekarang?”
Mukidi memandang lekat-lekat istrinya tercinta.
“Kalau dilihat dari kulitmu, usiamu 20 tahun; rambutmu, hm…18 tahun….penampilanmu; 25 tahun…”
“Ah mas Mukidi pasti cuman menggoda,” Markonah tersipu manja.
“Tunggu dulu sayang, saya ambil kalkulator….. saya jumlahkan dulu ya…..”
ANAK MASUK SURGA
Bu Guru bertanya: "Anak- anak... Siapa yg mau masuk surga..?"
Serempak Anak-anak menjawab "Sayaaaa..!"
Mukidi yang duduk di belakang diam saja..
Bu Guru bertanya lagi: "Siapa yang mau masuk neraka..??"
Anak-anak: "Tidak mauuuu....!!!"
Mukidi tetap diam saja.
Bu guru mendekat: "Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka...?
Mukidi: "Tidak kedua-duanya Bu Guru..."
Bu Guru: "Kenapa..?"
Mukidi: "Habis waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan, _Mukidi... Apapun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA...
MENABRAK PESTA PERNIKAHAN
Polisi: "Ya' opo critané sampèk koen nabrak uwong 20 iku?"
Mukidi: "Aku nyetir mobil kecepatan 90 km/jam.
Pas nang pertelon moro2 rèm-é blong. Nèk ngiwo onok wong lanang loro, lha nèk nengen onok pésta kawinan.
Cobak nèk Bapak, pilih nabrak sing endi?"
Polisi: "Yo mesti ngiwo, korbané luwih thithik."
Mukidi: "Persis..!! Aku yo mikir ngono Pak !"
Polisi: "Trus la'opo wong2 sing nang pésta kawinan sing malah kowe tabrak?!"
Mukidi: "Lhaaa, niku masalahé. Aku wis milih wong lanang loro sing nang kiwo,....eh dèk-é mlayu nyabrang moro nang pésta kawinan...dadi aku yo mbanting stir nengen, nguber wong loro mau Pak...!"
Polisi: "Guoobluooogg. . . . !
Mukidi: '''"Enggih leres!! pancen wong lanang loro mau guooblooogkk, Pak Polisi...
Mealstone
Seorang pria sok akrab tiba-tiba mendekati Mukidi sambil mengulurkan tangan.
“Loh, kamu kan… aduuuuh sudah berapa tahun gak ketemu ya?”
“Mukidi.” Mukidi menjawab lalu menerima uluran tangan pria misterius tadi sambil berpikir keras.
“Ya… ya Mukidi… aduuuh masa lupa sih? Sungib… Sungib teman SMP, masih ingat Tasripin, Kamid, Wartam….”
Mukidi masih bingung tapi asal mengangguk gak apalah pikirnya, sambil mengingat-ingat nama-nama aneh itu.
“Wah, sudah hampir Maghrib nih, kita buka bersama yuk?” ajak teman barunya itu.
“Aku… eh sebetulnya mau buru-buru pulang..” Mukidi pura-pura menolak…
“Ayolah sekalian bernostalgia.” Mukidi yang lagi bokek ikut aja ke warung Padang, lagi pula sejak kasus daging sapi impor dia sudah tidak pernah makan dendeng balado.
Setelah adzan berkumandang, mereka menikmati takjil gratis lalu apa saja yang di dekatnya diembat, Mukidi tidak lupa pesan jus duren. Dia sudah lupa menanyakan jati diri temannya tadi.
“Ayo Di, sikat saja…” Sungib juga tak kalah beringas mengambil lauk di hadapannya. Beberapa saat kemudian dia berhenti. "Eh, ngomong-ngomong aku ke musala dulu ya, nanti gantian. Kamu terusin makan aja, habiskan jusmu.” Mukidi mengangguk.
Sungib yang rupanya ahli ibadah itu rupanya lama juga di musala. Sudah lebih 30 menit. Mukidi sudah khawatir kehabisan waktu Maghrib.
“Uda,” dia memanggil pelayan, “musalanya di sebelah mana?”
“Wah, gak ada mushola pak, adanya masjid 50m dari sini…”
“Teman saya tadi mana?”
“Teman yang mana pak?”
______________________

Jacobus meminta pak Mukidi untuk mengobati anjingnya yang sekarat. Pak Mukidi tersenyum dan mengiyakan. Mereka berdua menuju rumah Jacobus.
Melihat anjing tsb sekarat, Mukidi yang asli Jawa itu menempelkan telapak tangannya ke jidat anjing dan berkata dlm bahasa Jawa,
"Su, asu (njing, anjing), nek kowe arep mati, yo mati-ò (Kalau kamu mau mati, ya mati saja)". "Nek arep urip, yo waras-ò (kalau mau hidup, sembuhlah)".
Jacobus yang tidak bisa bahasa Jawa berpikir Pak MUKIDI
menggunakan bahasa Latin.
Diam-diam Jacobus menghafalkan kata2 yg dia kira mantra / doa itu.
Setelah itu Pak Mukidi langsung pulang.
Beberapa hari kemudian, Jacobus lari2 ke rumah Pak mukidi bermaksud melaporkan kalau anjingnya sudah sembuh. Namun ternyata, Pak mukidi sedang sakit.
Jacobus terkejut, langsung menuju ke kamar Pak mukidi dan menempelkan telapak tangannya ke dahi Pak mukidi. Selanjutnya Jacobus membaca mantra, "Su, asu, nek kowe arep mati, yo mati o. Nek arep urip, yo waras o."
__________________________________
Ain't No Kermit
“Mas tadi waktu bukber pada cekikikan ngomongin kodok apaan sih?” tanya Markonah.
“Dulu sekali, aku, Wakijan, Samingan sowan ke mbah Joyongablak nanyain masalah jodoh,” jawab Mukidi
“Waktu kami pulang, mbah Joyo berpesan: ‘Ati-ati jangan sampai nginjek kodok.’ Celakanya walaupun sudah berhati-hati, Wakijan nginjek kodok. Gak lama, Samingan juganginjek kodok. Cuma aku yang selamat sampai rumah tanpa nginjek kodok.”
“Memang kalau nginjek kodok kenapa?”
“Yah tadinya mereka berdua cemas, tapi lama-lama kata-kata mbah Joyo dianggap cuma takhayul. Eh, 5 tahun kemudian setelah mereka kawin bininya jelek-jelek, bawel. Rupanya gara-gara nginjek kodok, kata-kata simbah terbukti. Kamu percaya gak, Nah?”
“Percaya sih, Mas. Aku dulu juga nginjek kodok….”
_____________________________
Contoh mendapat ijin dari istri:
Mukidi : Mah, gaji ku kan 15 juta sebulan, gimana kalo yg 10 juta buat kamu, yg 5 juta buat simpenan ku
Istri : Boleh juga pak e
setelah 2 tahun ....
Istri : kalo ga salah pak e punya simpenan kan ?
Mukidi : Iya, kan aku udah ijin
Istri : liatin dong simpenan mu udah berapa
sorenya Mukidi bawa simpenannya berikut anaknya yg baru berumur 2 tahun

_____________________________________

*_MUKIDI REBUTAN ANAK_*
```Mukidi dan Ponikem yg baru saja bercerai sedang memperebutkan hak kepemilikan anaknya.```
```Di ruang sidang pengadilan ponikem dgn pede nya berkata :```
```"Anak keluar dr perut saya, ya sdh pasti milikku"```
```Mukidi marah2 dan menyanggah :```
```"Koq lucu asal ngomong aja ,emang kalo uang keluar dari atm trus uangnya milik atm?"```
```"Jelas sudah pasti uangnya punya yg masukin kartu atm dong"```
```Jaksa pun terbengong bengong sambil manggut manggut dan semua yang hadir di ruang sidang pun tertawa dan memberi aplaus pada mukidi....```
```Mukidi kok dilawan!!!???```
________________________________
MUKIDI Liburan ke Singapura*
Mukidi sedang ketiban rejeki dapat bonus jalan-jalan ke Singapura dan menginap di hotel bintang 5.
Saat menikmati tontonan TV di kamar, dia melihat ada tikus lewat. Wah hotel mewah kok ada tikusnya? Pikir Mukidi.
Dia mau complain tapi nggak tau cara ngomongnya dalam bahasa Inggris. Akhirnya dia nekad menelpon resepsionis, begini:
Mukidi: "You know Tom and Jerry?"
Resepsionis: "Yes I know, why sir?"
Mukidi: "Jerry is here..!!!!"
________________________
MUKIDI TERBURU-BURU...
Mukidi berangkat kerja TERBURU-BURU, oleh isterinya diperingatkan agar tidak melupakan sesuatu...
Pak, kok buru-buru sekali...minum kopinya dulu!
Buru-buru Ma...minum kopinya nanti saja...di kantor sdh ada...
Pak, koran paginya gak dibawa...
Tidak usah Ma...di Kantor juga ada...
Ya sdh deh, kalau gitu cium Mama aja dulu...
Tidak usah Ma...dikantor juga ada...
gubrak...petok...plakkkk...
__________________________________________
ANALISA MUKIDI
```Situasi 1
Suatu hari orang kampung berniat untuk melakukan sholat hajat memohon turunnya hujan.
Waktu mau sholat banyak orang yang datang berkumpul tetapi hanya seorang anak yang membawa payung. Karena dia yakin doanya akan dikabulkan Allah
Itulah yang dinamakan KEYAKINAN.
Situasi 2
Bila Anda melambungkan bayi ke udara, dia tertawa sebab dia tahu Anda akan dapat menangkapnya.
Itulah yang dinamakan KEPERCAYAAN.
Situasi 3
Setiap malam ketika kita tidur, tidak ada jaminan kita akan hidup lagi untuk hari esok tetapi kita tetap set alarm untuk kita bangun pada esok hari.
Itulah yang dinamakan
HARAPAN.
Teruslah memasang “KEYAKINAN, KEPERCAYAAN, dan HARAPAN”
Situasi 4
Bila Anda bertemu seorang wanita cantik dan dari keluarga baik2, Anda ingin menikahinya, tetapi wajah isteri Anda selalu muncul di pikiran.
Itulah yang dinamakan
KETAKUTAN....
Situasi 5
Anda di situasi 4 tapi tetap melamar wanita tersebut
Itulah yang dinamakan
KEBERANIAN...
Situasi ke-6
Saat melamar wanita nan cantik itu, tiba2 istri Anda muncul
Itulah yang dinamakan
KETAHUAN

Situasi ke-7
Ketika Anda pada situasi 6 istri datang dengan anak, serta keluarga besar mengizinkan acara tersebut tetap berjalan demi menjaga nama baik Anda.
Itulah yang dinamakan
KEAJAIBAN
Situasi ke-8
Setelah Anda pulang dan tampak segalanya berjalan dengan baik, aman, dan tentram istri Anda tersenyum sambil menyuguhkan kopi kesukaan Anda lalu tiba-tiba Anda tak sadarkan diri
Itulah yang dinamakan
KERACUNAN```
________________________________________

Esuk2 Mukiyah, bojone Mukidi wis gawe hgara2 .....
Mukiyah: "Mas tadi waktu aku buka BH di depan jendela .... Eeh ada cowok ganteng lihatin aku terus.........."
Mukidi: "Terus apa yang kamu lakukan"?
Mukiyah: "Aku malu bangeeeet mas, lalu aku tutupin aja muka aku pake BH".
Mukidi: Dasar dodollllll .....
________________________
MUKIDI sedang berlibur ke Jakarta..
.
Dia ingin keliling Jakarta , dg naik metromini..
.
Diam-diam ia mengamati sgala yg terjadi di dlm metromini. Termasuk tingkah laku kernet & penumpang bus tsb..
.
Tak lama kemudian si kernet bilang...
. "Dirman.. Dirman.. Dirman.." (tanda bahwa bus telah sampai di jl sudirman)...
Lalu seorang penumpang laki-laki teriak..
. "kiri..!"
.Dan turunlah penumpang tersebut..
.
Selang berapa lama kernet teriak ...
."Kartini.. Kartini.. Kartini.."
.
Seorang cewek muda nyeletuk..
. "kiri..!"
.lalu cwek tsb pun turun..
.
Béberapa lama kernet itu teriak lagi..
."Wahidin.. Wahidin.. Wahidin.."
Adalagi cowok yg bilang.. "kiri..!"
.
. Tak selang lama si kernet teriak lagi....
. GATOT SUBROTOOO....!!
. GATOT SUBROTOOOO...!
. seorang pemuda ganteng berkumis tebal menjawab....
.....KIRII....!!
. maka turunlah si kumis itu.... Hihihihi..
.
. Maka....
Tinggallah seorang diri MUKIDI ∂ί dalam bus .. Dgn hati ngedumel, lama lama jengkel juga dia..
.
Lalu dicoleklah si kernet, dg nada marah MUKIDI bilang..
"Korang ajjar sampiyan ya... Daari tadi rang-orang sampiyan panggil..
.Lhaaa .....nama saya ndak sampiyan nggil panggil..!! Kalo begini caranya.. Kaaapan saya toron..?!!!"
.
Untung si kernet tanggap. Kernet bertanya..
. "siapa nama bapak..?"
"Namaku MUKIDI", jawabnya.
.
Si kernet langsung teriak .. "MUKIDI. MUKIDI.. MUKIDI.. !!!"
.
MUKIDI pun lega dan. berkata..
.
"Naaaah.. Beggiitu..!!
.Kirri...!"
.
Maka turunlah MUKIDI ∂ί jalan tol......
.
Bagi yg menemukan MUKIDI harap menghubungi keluarganya di Sumenep.....
.
Selamat berkarya semuanya. ..Mukidi saiki lagi nunggu angkot neng tol
_______________________________
TERNYATA MUKIDI TERLALU SAYANG SAMA ISTRINYA
Suatu hari istri Mukidi akan melahirkan anak pertama mereka.
Mukidi pun buru-buru ke rumah sakit dan disuruh masuk untuk menyaksikan proses persalinan istrinya.
Waahh begitu mencekam & mengerikan, penuh perjuangan, antara hidup & mati.
Setelah persalinan selesai Mukidiipun mengecup kening istrinya sambil berkata:
Mukidi: "Alhamdulillah... anak kita perempuan, makasih yaa, sayaang...?"
Istri: "Iyaa, kang"
Mukidi: "Sakit yaa, sayang...?"
Istri: "Iyaa kang...sakiit banget !"
Mukidi: "Yaaang... aku sayaaang banget sama kamu... aku ga tega
Istri: "Iyaa kang...sakiit banget !"
Mukidi: "Nanti kalau untuk anak kedua dari yang lain aja yaa... jangan dari kamu lagi, aku ga tega, yaang..."
______________________________

MUKIDI DENGAN DOKTERNYA
Dokter : "Jaga kolesterol ya Pak, hindari mkn daging berlemak & jeroan, terutama Kambing !!!"
Mukidi : "Wah kambiing itu kesukaan saya. Jadi saya mesti makan apa dok ?"
Dokter : "Pokoknya segala macam yang berenang di air tawar aman untuk dimakan."
Seminggu kemudian dokter mampir di rumah Mukidi
Dokter : "Bapak ada?"
Pembantu : "Ada dok, Bapak sejak pagi berenang... tuh di kolam renang"
Dokter : "Wah, rajin olah raga ya ?"
Pembantu : "Bukan dok, Bapak lagi ngajarin kambing berenang... biar aman dimakan, kata Bapak..."
____________________________________

"KETIKA MUKIDI SENGGOLAN DENGAN BULE".
Mukidi : "I'm sorry, Sir...".
Bule yang juga merasa bersalah : "I'm sorry, too.."
Mukidi gak mau kalah : "I'm sorry, Three..".
Si Bule bingung : "Sorry For..?"
Mukidi : "Sorry Five!".
Bule makin bingung : "Are you Sick?"
Mukidi : "No Sir, I'm Seven......"

_______________________________

*Saya jadi teringat cerita lama ttg Mukidi*
Ini pake bahasa Suroboyoan
*Jaya iku tonggoan ambek Mukidi, tapi selalu saingan...*
Nek Jaya tuku sepeda anyar, Mukidi yo gak gelem kalah, tuku sepeda anyar juga...
Pas ate lebaran omahe Jaya di cet abang, sesuke Mukidi yo ngecet omahe werno abang..
Mergo 3 dino maneh atene 17 Agustusan, Jaya masang spanduk ndik ngarep omahe "INDONESIA TETAP JAYA"
Panas atine, sesuke Mukidi yo pasang spanduk ndik ngarep omahe "INDONESIA
TETAP MUKIDI"
Iki sing rodo akademik...
"MUKIDI MUKIDI"
Pada suatu hari di sebuah kelas..
Guru : "Anak-anak, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf G ?".
Dengan cepat Mukidi berdiri dan menjawab : "Gajah, bu guru !"
Guru :"Bagus, pertanyaan berikutnya. Apa nama binatang yang dimulai dengan huruf 'D' ?"
Semua murid diam, tapi Mukidi kembali berdiri dan menjawab :"Dua gajah, Bu Guru..."
Murid-murid tertawa, guru merasa kesal sama Mukidi
Guru :"Mukidi, kamu berdiri di pojok sana ! Ayo anak-anak kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang dimulai dengan huruf "M"?
Semua murid diam.
Tapi lagi-lagi Mukidi menjawab dengan tenang : "Mungkin Gajah..."
Guru :"Mukidi, kamu keluar dan berdiri di depan pintu !"
Mukidi keluar dengan wajah sedih. Guru melanjutkan.
Guru :"Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yang dimulai dengan huruf "J"?
Guru menunggu jawaban, tapi semua diam.
Tak lama sayup-sayup terdengar suara Mukidi dari luar kelas : "Jangan-jangan Gajah"
Saking kesalnya, Bu Guru menyuruh Mukidi pulang....
Akhirnya guru lega dan kembali ke kelas.
Guru : "Sekarang anak-anak, binatang apa yang diawali dengan huruf P ?"
Sekali lagi semua murid terdiam.
Tiba-tiba HP bu Guru berdering.
Guru : "Ya hallo..."
HP : 'Maaf bu saya Mukidi, jawabannya, Pasti Gajah"
Guru : Mukidiiiiiii...!!!!!!
_______________________________
Beonya MUKIDI pintar :
Diasrama Putri ada seekor Burung Beo yg pintar, suka menyapa para Mahasiswi yg lewat, kadang muncul kalimat dari mulut Beo, misalnya :
" Selamat pagi .."
" Capeek ,,, dech "
Suatu pagi tiga mahasiswi sekamar berangkat kuliah dan melintas di depan sangkar Beo ..
tiba² Beo nyeletuk dengan nyaringnya
" biru - putih - ijo !!!"
Spontan 3 mahasiswi kaget dan saling pandang ,,,
" Lho , kayaknya warna CD *(Color Dalam)* kita deeh..!"
" Wah.. jangan² Beo suka ngintip kita..?" celetuk salah satu mahasiswi
" Biarin dech.. mungkin kebetulan aja, timpal temannya "
Keesokan harinya tiga mahasiswi melintas lagi di depan kandang Beo ..
tiba² terdengar ..
"hitam - coklat - pink"
Ke 3 mahasiswi kaget & saling pandang ..
" Gile ,, koq Beo tahu warna CD kita ?"
"yah udah.., besok kita tes, kita jangan pakai CD ..
Lihat dia tahu nggak !!!"
Esokan harinya ketiga mahasiswi sengaja tidak pakai CD berangkat ke kampus...pelan² melintas di kandang Beo ...
"Sssttt ,,, lihat tuh Beo nampak kebingungan melihat kita !!! " ... celetuk salah seorang mahasiswi ..
Tanpa disangka Beo teriak ..
"GONDRONG -. KRIBO - GUNDUL.!!!"
Diceritakan langsung dan telah dirahasiakan oleh trio Macan waktu kuliah terkait cerita
*(Color Dalam)
_______________________________________
Pada suatu waktu, seorang anak yang bernama Mukidi hidup dan sekolah di sebuah desa terpencil di pedalaman. Semua teman sekelas membencinya karena kebodohannya, terlebih lagi guru si Mukidi yg selalu berteriak kepadanya ”Kamu membuat saya gila Mukidi!!!“, "Kamu kok lambat sekali menyerap pelajaran", atau "Sebaiknya kamu tidak usah sekolah, Mukidi!"
Suatu hari ibunya tertarik mendampingi Mukidi bersekolah. Tak disangka, pak guru menceritakan apa adanya kepada sang ibu bahwa anaknya adalah sebuah bencana bagi sekolah, selalu dapat nilai jelek dan dia tidak pernah melihat anak sebodoh itu sepanjang karirnya.
Ibu si Mukidi tidak terima mendapatkan laporan seperti itu, Mukidi dikeluarkan dari sekolah itu dan pindah ke kota lain. Di kota ini, anak yang telmi itu dirawat dengan penuh kasih sayang, sebab ibunya yakin Mukidi punya bakat dan potensi tersendiri.
Demikianlah, 25 tahun kemudian, sang guru yang galak tadi terkena serangan jantung. Dokter menyarankan agar dia melakukan operasi ke dokter spesialis bedah jantung. Karena tak ada jalan lain, akhirnya operasi pun dilakukan dan sukses. Alhamdulillah....
Sesaat setelah operasi, sang guru yang sudah tua tersebut membuka matanya. Kesadarannya mulai pulih. Dia melihat seorang dokter yang tampan dan tersenyum padanya, dan mengucapkan selamat atas keberhasilannya melewati operasi. Merasa terharu, pak guru tua mau mengucapkan sesuatu pada si dokter tapi tak mampu bicara karena masih terpengaruh obat bius, sejurus kemudian.…sang guru kelihatan panik dan menggerak-gerakan kepalanya, wajahnya mulai kelihatan membiru. Dia mengangkat tangannya untuk memberitahu sang dokter tentang sesuatu…tapi terlambat, si guru akhirnya meninggal.
Dokter sangat terkejut dan berusaha memahami apa yang barusan terjadi, dia membalikan badannya dan melihat si Mukidi yg bekerja di rumah sakit itu sebagai cleaning service mencabut colokan listrik alat bantu pernapasan untuk diganti dengan colokan listrik vacum cleanernya.
Masya Allah...Mukidiiii ...Mukidiiii..
Jika anda berpikir bahwa Mukidi adalah si dokter, berarti anda terlalu banyak nonton sinetron dan film India atau terlalu sering menghadiri seminar motivasi…
_________________________________
Pada suatu Hari Mukiyem istrinya Mukidi pergi ke Sungai ingin Mencuci Baju ... Ketika baru saja akan memulai Mencuci, dilihatnya Seekor Ikan Emas yg Terjepit di antara Bebatuan sdg meng-Gelepar2.
Begitu melihat Ikan Emas tsb, Mukiyem menghampirinya, namun terjadilah Keajaiban si Ikan Emas bisa bicara :
“Kalo kau Menolongku, aku akan Mengabulkan 3 Permintaanmu.
Tapi Ingat, apa yg Kamu minta akan membuat Suamimu mendapatkan 10 X Lipat dari apa yg kamu Minta.”
Mukiyem pun segera Menolong Ikan tsb dan langsung minta supaya Wajahnya Cantik.
“Tapi ingat … Suamimu akan menjadi 'Paling Tampan di Dunia',” kata si Ikan mengingatkan.
“Nggak Masalah,” Jawab Mukiyem.
" Abrakadabra . . . ? " Jadilah Mukiyem Wanita yg amat Cantik. Begitupun Mukidi menjadi amat-Sangat Tampan.
Permintaan ke 2, Mukiyem ingin menjadi Kaya, “Ingat, Suamimu akan 10X lebih Kaya, apa kamu tdk Takut”, kata si Ikan Emas tsb. “Ah, nggak apa2. Kekayaan Miliknya itu juga Milikku,” jawab Mukiyem Tenang.
" Abrakadabra . . ?" Jadilah Mukiyem Orang yg Kaya. Begitu juga Mukidi Kekayaannya : 10 X lipat Kekayaan Mukiyem.“
Sampe disini Mukidi yg sedang di rumah terheran heran sendiri dg kondisinya yg jadi sangat tampan dan kaya raya...
"Apa Permintaanmu yg ke 3 Mukiyem . . . ?” tanya si Ikan Emas. “Aku ingin mendapatkan Serangan Jantung Ringan2 saja”.
****
Moral story... jangan seperti Mukidi..jangan biarkan istri anda mencuci di sungai..
Belikan segera MESIN CUCI, Mengangsur juga boleh supaya Ga' Ketemu Ikan dalam Kisah seperti Cerita di atas. WASPADALAH.
_________________________
*MUKIDI DOLAN NANG KAFE*
Kedadeyan ono ing kafe "Always Love" (Tansah Trisno)
Mukidi lungguh dewekan nang Bar. Gak sepiro suwene koncone sing jenenge Bambang mlebu ambek nggandeng wong wedok 5 uayu-uayu, terus lungguh neng lounge, gayane ngebosi koyo raja minyak, guyon cekakakan karo bolak balik cipika cipiki, wis pokok'e marai kemropok.
Mukidi mbatin, "Kapan nasibku koyo Bambang. Lha aku wong wedok siji wae ora gablek.."
Pas Bambang mlaku nang Bar, Mukidi ono kesempatan takon:
"Mbang, piye carane awakmu iso oleh kencanan ayu-ayu?"
Bambang: "Ojo crito-crito yo, tak kandhani rahasiane... mrene nek awakmu dolan rene maneh... begitu awakmu lungguh neng bar, uncalno kunci mobilmu neng mejo bar, wis mesti wong wedok-wedok iku marani"
..
Mukidi: "Tapi aku gak duwe mobil, aku mung duwe sepeda montor wae wis elek, knalpote ucul pisan...ditambah maneh episode pertama *dompet ku ireng yo jek ilang*"
Bambang: "Awakmu cuma perlu gantungan kunci mobil. Iki deloken aku duwe gantungan kunci Jaguar. Yo cuma ngono thok modalku.."
Sesuk bengine, Mukidi kledhang-kledhang mlebu kafe; Bambang wis ono neng jero lungguh karo wong wedok telu.
Mukidi marani bar, karo nguncalno kunci sak gantungan mobile FERRARI neng duwur mejo bar.. gak ono reaksi babar pisan..
Kunci dijupuk maneh disak'i.. Bareng ono wong wedok liwat, kunci diuncalno maneh nang duwur meja bar.. Gak ono reaksi maneh, malah diguyu-guyu.
Bambang sing wiwit mau ngawasno wae langsung marani Mukidi, karo mbisiki,

"..awakmu iku lho, kok goublok nemen to....COPOTEN DISIK HELM sepeda montormu!!
Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+