KONSEKUEN ITU PENTING

Jumat, 02 September 2016, September 02, 2016 WIB Last Updated 2021-08-10T23:13:57Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


KONSEKUEN ITU PENTING
Written by: Fikri Farikhin,M.Pd.I

Memiliki sikap konsekuen memang tidak mudah. Ini sudah masuk wilayah character building yang mestinya sudah dimulai sejak kecil dalam keluarga. Jika seseorang sejak kecil sudah hidup dalam keruwetan dan ketidakkonsekuenan, ia akan sulit untuk menjadi pribadi yang konsekuen.

Konsekuen itu penting. Menjadi orang harus memiliki sikap konsekuen terhadap apa saja yang sudah menjadi kesepakatan, aturan, dan perkataan. Terlebih bagi seorang guru. Guru yang tidak konsekuen akan dinilai stereotypeoleh banyak orang, termasuk muridnya.
Tanpa adanya sikap konsekuen, seorang guru kehilangan jati dirinya. Tidak bisa lagi digugu lan dititru. Tidak itu saja, perilaku tidak konsekuen bagi seorang guru akan menyulitkannya dalam pembelajaran karena siswa sudah apriori terlebih dahulu. Bahkan akan dibilang “omdong” alias omong doang alias NATO : No Action Talk Only.
Memiliki sikap konsekuen memang tidak mudah. Ini sudah masuk wilayah character building yang mestinya sudah dimulai sejak kecil Dalam keluarga. Jika seseorang sejak kecil sudah hidup dalam keruwetan dan ketidakkonsekuenan, ia akan sulit untuk menjadi pribadi yang konsekuen.
Pendidikan TK dan SD sesungguhnya merupakan peletak dasar sikap konsekuen itu. Sebaiknya sejak kecil penanaman nilai itu sudah terencanakan, setidak-tidaknya disadari oleh orangtua dan guru.
Namun demikian, anda yang masa kecilnya tidak tersentuh pendidikan nilai tak perlu berkecil hati. Banyak cara untuk melatih sikap konsekuen ini. Menyadari bahwa melanggar suatu aturan, tidak menepati janji, melanggar norma adalah sebuah perbuatan dosa akan dapat membantu seseorang untuk dapat konsekuen.
Selain itu, juga harus menyadari kapasitas diri. Jika tidak sanggup maka jangan bilang sanggup, karena akan menjadi boomerang, optimistis boleh tapi jangan berlebih-lebihan, optimistis yang terkontrol. Kalau tidak ada waktu jangan berjanji untuk ketemu. Dan lain sebagainya. Sikap konsekuen juga dapat terbentuk karena faktor dari luar, misalnya karena adanya hukuman bagi yang melanggar dan adanya aprisiasi positif bagi yang konsekuen.
Guru yang konsekuen adalah guru yang dapat “dipegang” omongannya, dapat dijadikan teladan bagi semua orang. Kalau berani menghukum murid karena bolos, guru tidak boleh kosong saat jam tugasnya mengajar, harus ada tugas yang edukatif jika terpaksa tidak bisa mengajar, bukan sekedar menggugurkan kewajibannya mengajar.
Guru yang konsekuen akan melahirkan siswa-siswa yang konsekuen dalam bersikap. Siswa yang taat pada aturan, siswa yang bisa mengelola diri, dan siswa yang berkarakter. Pendek kata, guru yang konsekuen akan menghasilkan murid yang konsekuen, dan guru yang tidak konsekuen akan menghasilkan siswa yang tidak karuan karakternya. Untuk itu bersikap konsekuen adalah kewajiban bagi seorang guru.


Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+