SEJARAH LBMK AL-QODIRI

Kamis, 08 September 2016, September 08, 2016 WIB Last Updated 2021-08-10T23:13:49Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA LBMK
Suasana Pesantren Al-Qodiri di tahun 2011, terlihat seakan-akan cahaya kitabiyahnya mulai memudar. Melihat kondisi tersebut Pengurus Putra PP.Al-Qodiri 1 Jemberyang dipimpin oleh Ust. Abdul Aziz bersama seluruh jajarannya memandang perlu adanya satu wilayah khusus yang di dalamnya mempelajari cara membaca kitab kuning.
Yang menjadi perhatian pengurus saat itu adalah santri-santri yang kemampuannya menengah kebawah, atau yang kondisi ekonomi orang tuanya di bawah rata-rata. Siapa yang akan mengayomi mereka ? siapa yang akan membimbing mereka ? padahal mereka juga sebenarnya ingin bisa membaca kitab kuning.
Hal inilah yang menjadi keprihatinan pengurus. Dengan niatan tulus demi kemajuan Pesantren Al-Qodiri khususnya di bidang kitabiyah.
Pengurus berencana untuk menggunakan metode “Amtsilati” sebagai dasarnya, namun saat itu Pengurus sendiri kebingungan dikarenakan Pengajar Amtsilati masih belum ada, lalu beliau sowan kepada Ust. Jamzuli Pengasuh PP.Darun Najah (Umbulsari) untuk meminta Guru Tugas.
Dikarenakan Guru Tugas sudah dikirim semua, akhirnya Pengurus sendirilah yang harus belajar metode Amtsilati. Pengurus bersama dengan beberapa orang Seksi dengan jumlah sekitar 20 orang mengikuti bimbingan Amtsilati setiap malam kamis dan malam jum’at selama kurang lebih 7 bulan. Akan tetapi dari 20 orang itu hanya tersisa 7 orang yang mengikuti bimbingan sampai khatam.
7 orang inilah yang menjadi pengajar pertama di LBMK.
Di bulan september 2012 bertepatan dengan bulan Muharrom 1434 H, Pengurus mengosongkan 2 kamar di wilayah sunan Drajat untuk dijadikan kamar khusus mempelajari kitab dengan metode pembelajaran “AMTSILATI” sebagai dasarnya, dan diberi nama LBMK (Lembaga Bimbingan Membaca Kitab). Tepat di tanggal 10 Bulan Muharrom 1434 H / 2012 M, dinobatkan sebagai hari lahirnya wilayah LBMK.
Pengurus memilih anggotanya dari santri putra dengan seleksi dasar adalah Tartil Al-Qur’an, dan terpilihlah 32 orang. Yang dibagi hanya menjadi 2 kelas, yaitu Sighordan Kibar.
Di awal tahun pembelajaran 2013, Pengurus merubah system penerimaan anggota LBMK diambil dari santri baru. Seiring  perkembangannya, sudah ada 3 pembagian kelas yaitu sighor, wustho dan kibar. sehingga membutuhkan tambahan kamar.
Oleh karena itu Pengurus melebarkan wilayah LBMK dengan menghapus wilayah Sunan Drajat yang dihuni oleh mayoritas Mahasiswa dan selanjutnya santri yang berstatus Mahasiswa tersebut dibagi perwilayah dan dijadikan Pengurus Daerah.
Meskipun sempat mengalami kendala dalam proses pemindahannya, namun Alhamdulillah, pelebaran wilayah LBMK telah mendapat restu dan dukungan dari Pengasuh PP.Al-Qodiri 1 Jember KH. Achmad Muzakki Syah.
Kurang-lebih 7 Bulan sejak berdirinya LBMK, Sudah mulai muncul bibit-bibit kitabiyah di LBMK. Pengurus Putra lalu mengirimkan 7 santri terpilih untuk  mengikuti bimbingan Amtsilati selama 1 Bulan Romadhon di PP.Darun Najah (Umbulsari).
Santri pilihan inilah yang kemudian melanjutkan menjadi mu’allim/pengajar di LBMK.
Setahun Kemudian Di awal ajaran baru Tahun 2013 M/1435 H. LBMK didirikan pula di Pesantren Putri.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+