SIAPA GURU HEBAT

Sabtu, 30 Desember 2017, Desember 30, 2017 WIB Last Updated 2021-08-10T23:12:37Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

SIAPA GURU HEBAT ITU?
Based on the true story
Oleh: fikri Farikhin[*]
 Aku punya murid yang bisa dibilang “bodoh” dibanding dengan teman-teman yang lain di kelasnya. Tiap hari dia masuk kelas terlambat, ditanya gak bisa, di beri PR tak mengerjakan, dan ketika diajar, dia pasti tidur. Aku sampai berfikir, kenapa aku bisa punya murid seperti ini, apa yang harus aku lakukan? Aku sudah mencoba berbagai cara namun itu semua tak membuahkan hasil. Sampai pernah suatu hari, dia aku suruh mengelilingi lapangan  sekolah sampai lima kali putaran, tapi hasilnya nihil, setelah kembali ke kelas dia tidur lagi. Ditanya diam saja. Gak mau menjawab. Suruh jawab soal tak pernah bisa.
Jika engkau punya murid seperti aku, apa yang akan engkau lakukan? Aku kira engkau akan melakukan seperti apa yang telah aku lakukan. Dan aku yakin tidak hanya engkau saja, namun juga hampir seluruh guru-guru yang akan melakukan hal yang sama dengan apa yang telah aku lakukan.
Namun ternyata, aku malu, aku merasa bersalah, dan akhirnya, aku merasa aku bukan guru yang benar-benar pantas sebagai seorang guru. Aku bukan mendramatisir suasana tulisan ini, namun ini benar benar tergerak dari relung hatiku yang paling dalam .aku tak bisa berkata apa-apa, aku terpaku, tercengang, mulutku serasa terkunci, hatiku tercabik cabik dengan sebuah jawaban dari pertanyaan yang aku ajukan setelah aku paksa dia menjawab. Sebelumnya dia tak mau menjawab. Karena dia tetap tak mau menjawab, akhirnya suatu hari aku panggil dia,
 “ nanti setelah pelajaran selesai, kamu ikut saya ya” kataku.
Dia pun menjawab dengan senyuman
“ ia pak,tapi ada apa ya pak?”.
“udah, kamu akan tau nanti”. Kataku dengan nada tinggi, seperti marah.dan setelah dia tahu raut mukaku yang masam pertanda tak baik buat dia , dia langsung pucat pasi, langsung menundukkan diri, aku liat dia seperti mau menangis, tapi ternyata tidak. Dia tak jadi menangis. Dan pelajaran terakhirpun tiba, aku cari dikelasnya dia tak ada. Aku tanyakan teman kelasnya ternyata tak ada yang tau, lalu ada yang bilang dari belakang,
“ia pak, tadi saya lihat, setelah bel pulang,dia langsung lari keluar. Katanya ada urusan.”
pasti dia takut, pasti dia sekarang merasa bahwa dia bersalah, buktinya dia lari ketika aku akan ajak dia ngobrol berdua. Dasar anak bendel, cuman didepannya aja, senyum, tapi dibelakang dia lari” gumamku dalam hati.
Karena dia gak ada, lalu aku pergi kekantor untuk mengambil bukuku yang akan aku bawa pulang untuk bahan-bahan bacaaan menambah wawasan keilmuanku. Sebelum aku masuk kantor, ada guru yang berpapasan denganku dan bilang, bahwa ada anak yang mencariku tadi.
“siapa?”aku Tanyaku pada guru tersebut.
“liat aja dikantor”jwb guru itu. Dan ternyata yang mencariku adalah muridku tadi yang aku suruh ikut aku setelah pelajaran terakhir. Ternyata aku salah, aku kira dia lari, aku kira dia takut, tapi ternyata dia ingin segera tahu apa yang akan aku ucapkan padanya. “ aku kira kamu pulang dulu dan gak mau menemuiku”kataku padanya.
“ Gak pak….,kenapa saya harus lari. Buat apa saya lari, toh besok saya juga akan ketemu bapak. Ada apa sebenarnya pak, kenapa saya bapak ajak, bapak akan ajak saya kemana?maaf selama ini saya selalu salah, dan selalu buruk didepan bapak .saya mengaku bersalah pak, saya tidak bisa apa-apa pak. Saya minta maaf, saya selalu tidak bisa menjadi kebanggaan guru-guru yang ada disekolah ini. Sebenarnya hati ingin seperti yang lain, selalu ingin menjadi kebanggaan guru-guru di sekolah ini .”
Dia berkata dengan tangis sesenggukan..dia meneteskan air mata. Aku yang melihatnya tak tega, aku merasa bersalah, disertai rasa aneh,aku belum pernah menanyai muridku, kemudian anak yang nakal tersebut menangis seperti yang dilakukan muridku yang satu ini. Ketika itu aku serasa ingin menangis juga. Namun aku tahan. Sebab, aku masih punya negative thinking padanya. Jangan-jangan dia hanya ingin agar aku tak memarahinya.
Kemudian aku coba untuk berkata padanya , “ayo ikut saya ke warung depan. Bapak ingin bilang sesuatu ke kamu”.pada waktu itu warung lagi sepi, sebab semua murid sudah pulang. Lalu aku duduk dengan murid itu dan bertanya
“sekarang jawab dengan jujur, kenapa kamu sering sekali terlambat masuk sekolah, gak pernah mengerjakan PR, diajar gak faham, tidur dikelas, suruh wudu’, dijemur ,dijewer, dipukul, tapi setelah itu tidur lagi dan tidur lagi.kenapa kamu ini?,jawab, sejujurnya. Apa aku pengajaranku membosankan? Memang aku bukan faknya materi ini. Aku bukan guru bahasa inggris asli, aku dulu jurusan Pendidikan Islam, tapi aku disuruh ngajar bahasa Inggris, akhirnya aku kurang menguasai materi. Dan akhirnya membuat kamu bosan dan tidur setiap saya ajar? Jawaaaaaab? Apa aku ……”
Dipertengahan aku ingin mengucapkan kemarahanku, dia bilang
“cukup pak, cukup cukup, jangan menambah beban saya pak. Saya hanya bisa minta maaf, sekali lagi minta maaf, karena tak bisa membahagiakan bapak dikelas, saya akan jujur, tapi tolong bapak rahasiakan ya. Saya mohon,jika bapak mau berjanji merahasiakan ini, saya akn bicara. Jangan sampai teman-teman dan guru-guru di sekolahan ini mengetahui kondisi saya.
“ia bapak janji, ceritalah!”.
“begini pak, maaf, saya bukan senang tidur dikelas, tapi mata ini yang tidak kuat untuk tidak tidur, karena saya jam dua pagi harus bangun dan membantu ibu untuk menyiapkan sayur-sayuran ibu saya yang akan ibu jual di pasar. Karna bapak saya sudah tidak ada sejak tiga tahun yang lalu, juga sebenarnya ibu sering sakit, sebenarnya saya tidak tega melihat ibu seperti itu. Dan setelah itu saya harus persiapan keliling kota untuk mengantarkan Koran-koran ke para pelanggan saya, hingga selesai jam enam seperempat. Sebenarnya saya ingin mengurangi pekerjaaan saya, tapi jika saya kurangi , hasil dari penjualan Koran ini juga akan berkurang. akhirnya saya sampai sekolah sudah capek dan akhirnya tidur pak”.
“Jangan bohongi saya!”bentakku.
“gak pak gak, buat apa saya membohongi bapak,buat apa saya membohongi seseorang yang telah mengajar dan mendidik saya setiap hari di sekolah,tidak mungkin saya melakukan itu pak. Saya suka sekolah pak , buat apa saya sekolah , capek capek jauh datang dari sana kesini, jika saya tidak ada niatan untuk sekolah, toh ibu saya juga tidak mewajibkan saya untuk sekolah, sebab, buat makan sehari hari saja kurang apalagi buat sekolah.saya. Biaya sekolah saya disini adalah dari hasil jerih payah saya jualan Koran dan setelah saya pulang sekolah, saya harus pergi ke kolam pemandian. Saya disana kerja untuk bersih-bersih kolam dan lain sebagainya hingga saya pulang jam sembilan malam. Saya pulang sudah lelah semua badan saya pak, tak bisa apa-apa. Saya sebenarnya ingin belajar, namun badan saya sudah tak kuat untuk itu. Yang ada hanya ngantuk dan akhirnya tidur. Dan jam dua harus bangun lagi pak. Maafkan saya pak, jangan keluarkan saya dari sekolahan ini, saya sekolah disini, karana saya merasa sekolahan ini berbeda dengan sekolah-sekolah yang lain. Disini ada seorang guru yang selalu mendoakan murid-muridnya setiap mengajar. Doa yang selalu bapak ajarkan dan Bapak ajak kami berdoa bersama itulah yang menjadikan saya memilih sekolah disini, kendati sekolahan ini jauh dari rumah saya. Jujur pak, saya sangat senang sekali bapak ajar, meski saya tidak pernah faham. Jarang sekali guru-guru yang mau mengajak muridnya untuk berdoa bersama sebelum dan sesudah belajar. Yang mereka agung-agungkan hanya pelajaran-pelajaran saja. Tidak sadar bahwa semua materi pelajaran ini yang mempunyai bukan para guru-guru itu. melainkan Allah yang maha Esa.saya sangat senang bisa mempunyai guru seperti bapak.Karena itulah pak ,meski saya jauh dari sini, saya tetap semangt untuk sekolah. Meski bapak dan guru guru lain memukuli saya, dan menghukum saya. Saya tidak pernah sedikitpun memiliki rasa benci. Saya sadar, memang saya yang salah. Tidak seharusnya, saya tidur di kelas dan lain sebagainya…….”
Mendengar jawaban dari muridku ini, aku tak bisa bicara apa-apa. Aku pegang pundaknya, tak terasa air mataku menetes. Aku peluk dia, dan aku bilang ke dia, “ maaf, atas semua yang telah bapak lakukan terhadapmu. Dan maafkan juga guru-gurumu yang lain yang tak pernah faham dan tak pernah tahu tentang kondisimu. Sebab memang kamu tak mau jujur. Bapak faham, kenapa kamu tak mau jujur, karena kamu tidak mau jikalau teman-temanmu merasa iba padamu. Lalu dia menjawab dengan anggukan kepala.
“Ingat ya, belum tentu, teman teman kamu yang sekarang disekolah pintar, nanti keluar jadi orang yang sukses, dan belum tentu juga siswa yang disini tidak pintar, setelah diluar sana dia akan jadi orang gagal. Saya hanya bisa mendoakan semoga kamu nanti menjadi orang yang sukses ya.semoga jerih payah yang telah engkau lakukan selama ini tak di sia-siakan Allah. Saya yakin Allah maha melihat atas semua yang engkau usahakan ini. Yang tabah. Jangan putus asa. Tunggulah.waktu yang akan menjawab semua ini. Janji Allah takkan pernah diingkari. Semua akan indah pada waktunya nanti. Lalu aku peluk dia. Dia serasa sangat dekat denganku. Serasa dia adalah anakku sendiri.
@@@@@@
Para guru jarang sekali, yang menghukum, memukul, menghina, dan lain lain pada murid dengan menanyai kondisi murid dirumahnya. Tidak pernah mau tau ada apa sebenarnya dirumahnya. Kenapa muridnya seperti itu. Semua dianggap sama.dan hal inilah yang tak pernah guru-guru sadari.bahwa setiap murid punya latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Tidak bisa kita menyamaratakannya.
Kebanyakan langsung main pukul, hukuman, hinaan, cemoohan, cibiran dan lain-lain, tanpa sharing dari hati kehati layaknya ayah atau ibu dengan anak-anak mereka.
Saya yakin, seyakin-yakinnya, bahwa:
tak ada siswa yang ingin bodoh.
Tak ada siswa yang ingin gagal sekolah
Tak ada siswa yang ingin menjadi hinaan dikelas
Tak ada siswa yang ingin dipukul gurunya
Tak ada siswa yang senang jika tidur dikelas
Tak ada siswa yang ingin gurunya benci ke dia
Tak ada siswa yang ingin membawa nama buruk sekolahnya
Tak ada siswa yang suka dihukum oleh gurunya
Tak ada siswa nakal, yang ada adalah siswa yang ingin berubah menjadi lebih baik
Tak ada siswa yang bangga ketika gagal dalam belajar, melainkan dia bingung bagaimana dia menjadi pintar, sebab disekolahan dia hanya mendapatkan hinaan, kebencian, hukuman dari para guru guru.
Tak ada siswa murid yang benci ke guru.yang ada adalah kelakuan guru itulah yang menjadikan murid itu benci kegurunya.
Tak ada murid yang ingin jauh dengan gurunya. Yang ada adalah guru yang tak mau mendekati muridnya karena muridnya itu tak bisa dibanggakan.apakah ini guru yang baik?sama sekali bukan.seharusnya dia bisa dekat dengan murid-muridnya.bukan malah menjauh dari para gurunya.
Tak ada murid yang tidak ingin mendapatkan rasa kasih sayang dari guru, yang ada adalah gurunyalah yang selalu pilih-pilih kasih terhadap siswa yang pandai pandai saja.
Jika guru hanya peduli pada murid yang pandai saja, lalu siapa yang akan peduli dengan murid yang tak pandai?
@@@@@@@@
2 tahun kemudian, …..
Waktu itu saya dengan teman saya pergi kepondok terbesar di situbondo, Jawa timur. disana, ditengah jalan ketika saya akan memasuki gerbang pondok, ada yang memanggil saya…..”Pak….,Pak….,Pak……,kok dsini?,” dia mencium tangan saya sambil dia menangis, dia tak percaya, bisa bertemu saya disini tempat. Dia sebenarnya sudah punya keinginan datang menemuai saya, tapi selalu gagal karana padatnya Program yang harus dia ikuti. Ternyata disana, muridku dulu yang selalu tidur dikelas, sekarang ikut dikelas akselerasi, yang sekolah disitu hanya anak-anak IQ-nya tinggi. Kulitnya sekarang tambah putih bersih, wajahnya menunjukkkan dia adalah siswa yang berpendidikan dan cerdas. Dia sekarang pakai kacamata seperti saya.dan yang lebih menggembirakan lagi, ternyata dia dikelas tersebut, cara berkomunikasi dengan gurunya dalam pembelajaran apapun dengan dua bahasa, bahasa arab dan inggris. Dan dia katanya, terpilih menjadi murid teladan setelah diadakan seleksi beberapa hari yang lalu di Jakarta dan akan mengikuti short course( kursus singkat ) di Australia, dan tailand selam satu tahun penuh dengan biaya semuanya ditanggung oleh departeman pendidikan.
Itu semua menjadi bukti bahwa pembelajaran yang baik adalah bukan pembelajaran yang hanya terpaku memahamkan materi kepada siswanya. Tapi bagaimana dengan pembelajaran dan tatap muka guru dengan muridnya itu menimbulkan motivasi diri buat murid sehingga dengan motivasi itu akan menjadi modal dia mengarungi hidup setelah dia selesai belajar dengan guru tersebut. Jika murid faham dengan apa yang guru ajarkan dikelas, maka itu saja yang ia dapatkan dan tak kan berkembang. Tapi jika murid mendapat motivasi dari gurunya sehingga dia termotivasi, maka itu sudah cukup buat murid yang nantinya bisa dipakai modal untuk belajar selanjutnya setelah belajar dengan gurunya. Dengan motivasi, tanpa diajarpun murid bisa pandai, sebaab dia akan berusaha sendiri untuk pandai karana ada kobaran api semangat dalam dirinya.
Semoga kita menjadi guru yang bisa benar-benar menjadi guru
Menurut professor Alice Wellington Rollins(1910-1977):
THE TEST OF A GOOD TEACHER IS NOT HOW MANY QUESTIONS HE CAN ASK HIS PUPILS THAT THEY WILL ANSWER READILY,
BUT HOW MANY QUESTIONS HE INSPIRES THEM TO ASK HIM WHICH HE FINDS IT HAR TO ANSWER.
Indikasi bahwa seseorang bisa disebut guru hebat bukanlah pada kemampuannya mengajarkan murid untuk pintar menjawab semua jenis pertanyaan, tetapi pada kemampuannya menginspirasi murid agar mengajukan pertanyaan gurunya sendiri kesulitan untuk menjawannya.
Dengan kata lain, bila guru mengajar agar murid bisa sama pintarnya dengan dia, itu biasa saja,guru yang bagus adalah guru yang bisa mendidik muridnya agar jauh lebih pintar dan lebih kritis daripada dirinya sendiri)
@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Hp: 085655826910/083895353676




[*]Adalah Mahasiswa Pascasarjana Stain Jember semester empat. Sebagai guru bahasa inggris MTs Al-Qodiri 1 Jember.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+