HADAPI SEMUA DENGAN CINTA

Rabu, 29 Agustus 2018, Agustus 29, 2018 WIB Last Updated 2021-08-10T23:12:23Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Oleh : 
Abu Tholib

[Alumnus PP Al-Qodiri 1 Jember & Pendiri dan direktur English Camp of Al-Qodiri Cabang 3]

(Yang Paling Repot itu yang Paling Mulia, Hadapi Semua dengan Cinta)
[KH. Achmad Muzakki Syah]

            Cinta merupakan salah satu energi terbesar di dunia (Napolion Hill). Cinta yang telah menggerakan seseoaang kepada kebaikan, pembangunan peradapan yang lebih baik dan Mahakarya yang bisa dirasakan sampai detik ini. Apabila semua orang mendahului rasa cinta kepada orang lain, maka tidak akan ada rasa iri, dendam dan penyakit hati lainnya. Seorang ibu merupakan contoh terbaik dalam cinta. Rasa cinta yang tak harap di balas, hanya memberi dan memberi rasa cinta kepada anaknya.
            Lalu apa memang bisa menghadapi masalah dengan energi positif yakni rasa cinta?, jawabannya sangat bisa, merujuk kembali kepada ucapan Kiai Ach. Muzakki Syah “Hadapi semua dengan cinta”. Apabila semua masalah yang kita alami, kita hadapi dengan rasa cinta, maka tidak akan ada kata kejenuhan, putus asa atau bahkan sampai bunuh diri. Karena kalau kita merunjuk ke negera di Asia Timur yakni Jepang, banya masyarakat disana ketika menghadapi masalah dan tak mampu menghadapinya ia langsung bunuh diri.
            Yang paling repot itu yang paling mulia, hadapi semua dengan cinta”. Ucapan Kiai tersebut menyiaratkan bahwa tidak hanya masalah kecil saja yang kita dihadapi dengan rasa cinta, namun masalah besar, masalah yang tak mampu dipecahkan oleh logika, bisa dipecahkan melalui rasa cinta. Seperti Stave Jobs yang mampu menciptakan mahakaryanya yakni Iphone dengan kecintaan pada teknologi. Dan ini ungkapan yang terkenal dari dia “Lakukan semua dengan rasa cinta, maka engkau akan dapat menciptakan mahakarya dunia”. Stave Jobs terkenal dengan Iphone-nya, dan ia telah membuktiannya bahwa energi terbesar di dunia ini adalah cinta.
Lalu bagaimana seharusnya santri Al-Qodiri bertindak dengan rasa cinta tersebut? menurut Kiai “seharusnya Santri menganggap Pondok Al-Qodiri sebagai Rumahnya, jadi ketika ada kotoran atau sampah, maka segera ambilah, sapu sampai bersih, jangan menunggu disuruh”. Kebiasaan yang baik di pondok tersebut akan tertular pula ketika berada di rumah. Sehingga kita semua tanamkan energi terbesar dalam hidup kita yakni rasa cinta kepada setiap masalah yang kita hadapi.




Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+