SHALAT ADALAH KUNCI SEGALANYA

Jumat, 31 Agustus 2018, Agustus 31, 2018 WIB Last Updated 2021-08-10T23:12:20Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Oleh: Muhammad Ubaidillah Zein

ان اول ما يحاسب به العبد يوما القيامة من عمله صلاته. فان صلحت فقد افلح وانجح وان فسدت فقد خاب وخسر فان انتقص من فريضته شيء قال الرب عز وجل انظروا هل لعبدي من تطوع فيكمل بها ما انتقص من الفريضة ثم يكون سائر عمله على ذلك
“Sesungguhnya yang pertama dari amal-amal manusia yang dihisab [diperiksa] pada hari kemudian [kiamat] adalah shalatnya, apabila baik, maka mereka telah beruntung dan sukses, dan apabila buruk, maka mereka telah gagal dan rugi.
Apabila berkurang sesuatu dari shalat fardhunya, Allah yang Maha Mulia Lagi Maha Agung berfirman: “Lihatlah, apakah ada [shalat] sunnah yang dilakukan hamba-Ku, agar dapat disempurnakan olehnya [shalat sunnah itu] apa yang kurang dari shalat fardhu[nya]?
Amal-amal kebajikannya yang lain pun diperlakukan seperti itu.
Dari kutipan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, semoga ridha Allah tercurah atasnya, kita bisa mengambil hikmah bahwa Amal yang pertama kali ditanyakan adalah Shalat, bukan yang lain. Jika shalat nya baik, maka seluruh amalnya akan dianggap baik. Jika shalat fardhunya kurang baik, maka Allah akan mencari amal [shalat-shalat sunnah] yang mungkin pernah dilakukannya].
Betapa pentingnya kita melaksanakan shalat fardhu jika melihat hadis diatas. Namun acapkali manusia kurang memperhatikan hal ini. Shalat dianggap sesuatu yang ringan, bahkan hanya disebabkan hal sepele, misalnya jalan-jalan, kemudian tidak ada mushalla, atau pakaian yang dipakai kotor [terkena najis], ia dengan mudahnya mengatakan “hari ini gak shalat dulu lah, bajuku kotor”. Masyaallah betapa rugi dan celakanya kita jika seperti itu.
Semoga kita semua selamat dari hal yang demikian. Aminnnn.
KH Achmad Muzakki Syah, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Qodiri 1 jember, selalu mengingatkan untuk shalat berjama’ah. Tidak tanggung-tanggung, berjama’ah, bukan hanya melaksanakan shalat fardhu, tapi shalat fardhu yang berjama’ah. Beliau selalu mengingatkan para santri agar tidak meninggalkan shalat berjama’ah. Karena di dalam shalat berjama’ah ada kebaikan yang sangat besar.
Juga Kiai Muzakki selalu mengajak para santri untuk tidak meninggalkan shalat sunnah rawatib qobliyah dan ba’diyah.
Beliau pernah mengatakan, jika ada seorang ulama, tapi meninggalkan shalat fardhu, ulama tersebut tidak perlu diikuti, karena ulama itu pasti sesat. Sebab syaikh Abdul Qodir saja yang sudah bergelar Sultanul Auliya’ [rajanya para wali] saja masih melaksanakan shalat fardhu, apalagi kita, yang setiap harinya masih sering melakukan maksiat, pun juga nabi Muhammad, shalat malam sepanjang malam tanpa ada hentinya, sehingga suatu hari kaki beliau bengkak dikarenakan shalat terlalu lama, apalagi kita, layakkah kita meninggalkan shalat? Sungguh sangat tak elok jika kita meninggalkannya.
Dalam buku “MUTIARA DI TENGAH SAMUDRA” disebutkan bahwa Kiai Muzakki dijuluki Wali Shalat, sebab memang beliau benar-benar mengistiqomahkan untuk shalat berjama’ah. Seringkali beliu menasehati, bahwa seluruhnya itu kecil, jadi ketika sudah datang waktu shalat, tinggalkan semuanya. Semua yang ada di dunia ini yang bisa menyelesaikan adalah Allah, jadi jika kita ingin perkara kita diselesaikan oleh Allah, laksanakan apa yang diwajibkannya. Begitulah kira-kira isi tausiyah beliau.
Juga tentang shalat berjama’ah banyak disinggung oleh Ust. Yusuf Mansur yang terkenal dengan wisata hatinya. Beliau mengatakan bahwa jika rezeki kita ingin dimudahkan, jika seluruh perkara kita dibuat mudah oleh Allah, ayo shalat berjama’ahlah.
Oleh karena itu, marilah kita semua semangat dalam melaksanakan shalat fardhu, lebih-lebih shalat fardhu dengan berjama’ah. Agar seluruh perkara kita dimudahkan oleh Allah.Aminn.
Wallahu a’lam bissowab.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+