NASEHAT PENTING DARI USTADZ TILAWAH

Senin, 10 September 2018, September 10, 2018 WIB Last Updated 2021-08-10T23:12:16Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Oleh : 
Abu Tholib
[Alumnus PP Al-Qodiri 1 Jember & Pendiri dan direktur English Camp of Al-Qodiri Cabang 3]

(Tulisan ini terinspirasi dari salah satu pertanyaan saya kepada Ustadz Tilawah)

Nasehat atau cerita yang mendalam akan menggerakan hati seseorang sesuai dengan yang ia dengar, lihat atau rasakan dari cerita tersebut (Peter Gubrin dalam buku Tell to Win). Cerita ini terinspirasi dari pertemuan saya dengan ustadz tilawah. Ceritanya seperti ini, pada waktu saya akan melaksanakan sholat dhuhur berjamaah di salah satu pondok pesantren di Silo. Saya dan teman saya sholat berjamaah terlebih dahulu, lalu saya menyempatkan menghampiri ustadz yang sedang berlatih dengan santri-santrinya. Sebenarnya saya merasa ragu mendatangi ustadz tersebut, namun pikirku, “ini sebuah pembelajaran buat saya agar menjadi lebih baik”. Jadi saya memberanikan diri berkumpul dengan mereka, lalu saya menanyakan tentang “Mengapa suara tilawahnya begitu merdu?”. Lalu dia menjawabnya dengan sebuah kata simple dan berbobot yakni “Latihan”.
Latihan, latihan dan latihan adalah kunci dari segalanya. Kunci untuk menguasai keterampilan baru. Ketika dalam sebuah surat kabar, terdapat rahasia dari mahasiswa berprestasi tahun 2017 dari universitas Gajah Mada, dan ia mengatakan bahwa kuncinya “Latihan yang konsisten”. Latihan adalah kunci dari menguasai keterampilan baru.
Ketika kita mengikuti seminar, membaca buku, mengikuti acara-acara lain, hal terpenting bukan ikut acaranya, akan tetapi apakah anda take action setelah mengetahui ide atau konsep praktis dari seminar motivasi atau hanya sebatas tumpukan pengetahuan tanpa action. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah ketekatan dalam memutuskan untuk terus belajar dan take action dalam hal apapun.
Latihan, latihan dan latihan akan menjadikan anda seorang ahli dalam bidang yang anda inginkan. Dalam hukum 10.000 Jam, mengatakan seseorang akan menjadi ahli dalam hidupnya jika ia telah melewati 10.000 jam dalam satu keahlian. Misalnya anda seorang santri yang tinggal di wilayah bahasa inggris, dan anda mengalokasikan 1 jam/perhari untuk belajar bahasa inggris maka setelah anda menghabiskan waktu 27 tahun, anda akan menjadi master dalam bidang bahasa inggris.
Jadi, Kunci dari menguasai skill baru yakni terus berlatih setiap harinya, dan bayangkan anda nantinya akan menjadi master dalam bidang yang anda inginkan.

Abu Tholib
By. Alumnus Al-Qodiri, Founder & Directur English Camp, Al Qodiri cabang 3.


Komentar

Tampilkan

Terkini

Followers

+